Posko Trauma Healing PGRI di Pengungsian Erupsi: Bantu Siswa Bebas dari Stres

Posko Trauma Healing PGRI di Pengungsian Erupsi: Bantu Siswa Bebas dari Stres

JAKARTA – Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) merilis instruksi kemanusiaan dan protokol pemulihan krisis bertajuk Aktivasi Posko Layanan Trauma Healing dan Psychological First Aid (PFA) Bagi Siswa dan Guru Terdampak Erupsi Gunung Berapi di Wilayah Pengungsian. Dokumen ini diterbitkan oleh PB PGRI bersama PGRI Smart Learning and Character Center (SLCC) dan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) PGRI untuk memberikan pendampingan psikososial intensif, menjaga kesehatan mental anak-anak pengungsi, serta memastikan kegiatan edukasi darurat berjalan aman tanpa tekanan akademik di lokasi bencana.

PGRI menegaskan bahwa di tengah ancaman erupsi susulan dan ketidakpastian di pos pengungsian, pemulihan jiwa dan rasa aman anak-anak adalah prioritas utama. Trauma Healing dihadirkan untuk mengembalikan keceriaan anak dan membebaskan mereka dari rasa cemas berlebih (post-traumatic stress).

4 Kerangka Layanan Posko Trauma Healing SLCC PGRI

1. Pelaksanaan Psychological First Aid (PFA) & Pendampingan Emosional

Tim relawan SLCC PGRI yang terdiri dari guru terlatih, konselor, dan psikolog menerjunkan metode PFA langsung di tenda-tenda pengungsian. Layanan ini berfokus pada stabilisasi emosi, mendengarkan secara aktif, serta mengembalikan stabilitas mental anak dan guru yang mengalami kepanikan akibat peristiwa erupsi.

2. Kegiatan Joyful Learning & Terapi Bermain Terarah (Play Therapy)

Posko PGRI menyediakan ruang belajar ramah anak yang diisi dengan aktivitas Joyful Learning, seperti menggambar, mendongeng, permainan kelompok, dan olahraga ringan. Pendekatan ini dirancang untuk mengalihkan trauma fisik/mental siswa dari situasi darurat menjadi suasana yang tenang dan penuh kegembiraan.

3. Modul Belajar Darurat Nir-Stres & Edukasi Mitigasi Erupsi

PGRI menyusun modul belajar ringkas kontekstual yang berfokus pada edukasi kesiapsiagaan bencana, mitigasi lingkungan, serta penguatan karakter. KBM di tempat pengungsian diselenggarakan tanpa beban hafalan, tanpa ujian kaku, dan bebas dari target kurikulum formal.

4. Perlindungan Status Kedinasan Guru & Imunitas Legalitas via LKBH PGRI

PGRI memastikan bahwa guru-guru yang bertugas menjadi relawan pendamping di posko pengungsian dibebaskan sepenuhnya dari kewajiban laporan administrasi digital (PMM/e-Kinerja). Melalui LKBH PGRI, organisasi memberikan jaminan perlindungan hukum (Legal Shield) agar hak-hak keuangan dan Tunjangan Profesi Guru (TPG) para pendidik di area bencana tetap dicairkan utuh 100%.

Matriks Layanan Pemulihan Siswa di Posko Pengungsian

Parameter PendampinganKondisi Darurat Tanpa IntervensiStandardisasi Posko Trauma Healing PGRI
Kondisi PsikologisAnak kecemasan, depresi, & tertekan.Stabilisasi mental via PFA & Terapi Bermain.
Metode BelajarDipaksa mengikuti kurikulum normal.Joyful Learning & Modul Mitigasi Nir-Stres.
Aktivitas HarianPasif & jenuh di dalam tenda.Ruang Belajar Ramah Anak & Edukasi Kelompok.
Hak Guru RelawanDiancam sanksi e-Kinerja/PMM kosong.Moratorium Administrasi & Proteksi TPG LKBH.

“Anak-anak di pengungsian tidak boleh kehilangan masa kecil dan hak bahagianya. Melalui Posko Trauma Healing SLCC PGRI, kami hadir memeluk ketakutan mereka, menghapus trauma erupsi, dan menyalakan kembali senyum serta asa masa depan mereka.” — Pengurus Besar PGRI / SLCC PGRI / LKBH PGRI.